Bab 5
Asusmsi Dasar,
Karakteristik, dan Keberhasilan Program Pendidikan Jasmani
Guru
sebagai penanggung jawab pendidikan jasmani memiliki beban yang cukup berat,
namun cukup menantang dan mulia. Guru penjas di tuntut agar mampu membuat
program penjas, menunjukan karakteristik penjas dan mampu melihat program yang
diselenggarakannya
1.Asumsi dasar program pendidikan jasmani
Asumsi
dasar adalah pijakan yang kokoh dan dapat dipertanggung jawabkan dalam
meyelanggarakan sesuatu. Tiga asumsi dasar program pendidikan jasmani meliputi
a)
Program
pendidikan jasmani dan program olahraga memiliki tujuan yang berbeda
b)
Anak
anak bukanlah miniatur orang dewasa
c)
Anak
anak yang kita ajar sekarang tidak akan menjadi dewasa pada kehidupan sekarang
Aktifitas
fisik di masa yang akan datang mungkin akan sangat berbeda dengan yang ada
jaman sekarang, oleh karena itu selayaknya kita mulai mempersiapkan anak didik
dengan keterampilan gerak dasar yang mendorong perbaikan berbagai keterampilan
fisik
2.Karakteristik program pendidikan jasmani
Program
dan penyelengaraan pendidikan jasmani hendaklah mencerminkan anggapan tersebut
diatas. Dua pedoman yang sering digunakan adalah
a)
Developmentally
appropriate practices (DAP)
b)
Intructionally
appropiate practices (IAP)
3.Keberhasilan program
Untuk
mengetahui tingkat keberhasilan program diperlukan suatu evaluasi. NASPE
(National Asosiate for Sport and physical education) sebagai kriteria
keberhasilan kedalam lima kategori dan merupakan pencapaian tujuan jangka
pendek dan jangka panjang
Konsep inti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar